Kepulauan Riau yang berjuluk Bunda Tanah Melayu merupakan daerah maritim paling potensial di negeri ini, Luas lautannya sebesar 96 persen, Sedangkan luas daratan hanya 4 persen, Letak geografis yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura menjadi keuntungan tersendiri bagi provinsi ini, Festival Bahari Kepri adalah festival bergengsi tahunan yang merupakan rangkaian dari Sail Karimata 2016 ini akan digelar mulai tanggal 20 hingga 30 Oktober 2016 di Ibukota Provinsi Kepri di Tanjungpinang yang bergelar kota Gurindam.
Sebanyak 11 program telah disiapkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kepri untuk menyemarakkan event FBK di antaranya adalah Eco Heroes, Dragon Boat Race, Wonderful Indonesia Sailing, Panggung Penyair, Wonderful Kepri Expo,The Sound From Motherland of Malay, Kepri Traditional and Modern Games, Kepri Carnival, Parade Kapal Sungai Carang, Sky Lantern, dan Drone Competition. Semua program yang diusung benar-benar mengangkat ciri khas Kepri. Selain bertemakan kemaritiman, segala yang beraroma Melayu turut dihadirkan disini. Eco Heroes (20 Oktober 2016) Merupakan aksi peduli sampah. Sebanyak 1200 orang akan dilibatkan untuk aksi membersihkan sampah di kawasan tepi laut Kota Tanjungpinang. Para pejuang sampah yang tegabung dalam Kelompok Sadar Wisata tersebut datang dari Batam, Bintan, dan Tanjungpinang sendiri. Bagi siapa saja yang peduli dengan kebersihan lingkungan diharapkan bisa turut berpartisipasi pada kegiatan ini. Dragon Boat Race (21 – 23 Oktober 2016)
sejak tahun 2014 Event ini mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Dragon Boat race akan dilaksanakan di perairan sungai carang, dengan mengusung olahraga tradisi, Internasional Dragon Boat Race 2016 akan di ikuti peserta mulai dari lokal, luar daerah, hingga mancanegara.
Wonderful Kepri Expo (26 – 30 Oktober 2016)
Sebanyak 100 kapal yacht turut memeriahkan event FBK. Kapal-kapal tersebut akan berlayar dari Batam menuju lokasi tempat diselenggarakannya event FBK, Tanjungpinang. Terlebih dahulu akan singgah di Bintan tepatnya di kawasan Lagoi.
Program yacht ini diprakarsai oleh Nongsa Point Marina yang dijadikan sebagai titik awal (entry point) dan Bandar Bentan Telani sebagai pintu keluar (exit point). Sebelumnya, diadakan yacht rally dan City Tour di Batam terlebih dahulu.
Panggung Penyair (26 Oktober 2016)
Semua penyair akan berkumpul di event FBK. Tidak hanya dari Kepri, tetapi juga akan dihadiri oleh penyair-penyair nasional. Provinsi Kepri dikenal sebagai yang menghasilkan karya sastra bernilai seni tinggi. Seperti sastra Gurindam yang dicetuskan oleh Raja Ali Haji, sastrawan yang lahir dari Pulau Penyengat.
Kepri juga dipercaya sebagai daerah tempat lahirnya bahasa Indonesia. Di sebuah pulau kecil bernama Pulau Penyengat, disinilah bahasa Melayu bermula. Hingga digunakan di berbagai negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Pulau Penyengat bersebelahan sangat dekat dengan Pulau Bintan. Para penyair tersebut nantinya akan menggemakan melalui puisi pesona maritim tentang negeri bahari ini di Gedung Daerah Tanjungpinang.
Wonderful Kepri Expo (26 – 30 Oktober 2016)
Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan industri bahari akan diajak untuk memamerkan produk-produknya di gelaran expo bersempena event FBK ini. Para pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai produk kreatif yang disajikan. Nantinya juga akan dilengkapi dengan pesona kuliner khasa Kepri seperti gonggong, laksa, lendot, dll.
The Sound from Motherland of Malay (27 Oktober 2016)
Program ini akan menyajikan ragam seni budaya Melayu. Beberapa negara serumpun akan turut serta memeriahkan event ini dengan membawa sanggar seni mereka. Tidak hanya Melayu, ragam kesenian nusantara dari berbagai daerah juga turut diundang untuk menyemarakkan event FBK ini.
Kepri Traditional and Modern Games (28 – 30 Oktober 2016)
Ingin melihat permainan rakyat Melayu asal Kepri? Kegiatan ini merupakan salah satu yang menjadi incaran pengunjung. Ragam permainan tempo doele akan disajikan disini. Seperti Panjat Pinang, Lomba Perahu Jong, dll. Eits, tunggu dulu, ini bukan lomba panjat pinang biasa, batang pinangnya tidak ditancapkan di darat sebagaimana biasa, tetapi akan dilakukan di laut.
Selain itu, permainan modern berbasis bahari juga akan ditontonkan di event FBK ini. Ragam wahana seperti Jet Sky, Fly Board, akan dipertontonkan di laut Tanjupinang. Dan jangan ketinggalan untuk menyaksikan lomba renang antar pulau, dari Pulau Penyengat ke Pulau Bintan.
Kepri Carnival (28 Oktober 2016)
Pertunjukan busana super glamour nan kreatif. Jika sudah pernah mendengar tentang Jember Carnival tentu tidak asing dengan kegiatan ini. Puluhan orang dengan kostum super besar bak ekor burung merak dengan ragam desain kreatif dan menarik akan beraksi disini.
Parade Kapal Sungai Carang (29 Oktober 2016)
Bagi yang ingin melihat kapal-kapal yang dihiasi dengan berbagai ornamen menarik datang saja kesini. Ratusan kapal akan bersolek menjelma menjadi ragam bentuk yang sedap dipandang seperti membubuhkan ornamen-ornamen khas Melayu.
Kegiatan ini akan berlangsung pada malam hari sehingga semarak cahaya lampu yang menerangi akan terlihat semakin menarik. Kapal-kapal ini akan bergerak dari Kampung Bulang menuju tepi laut Kota Tanjungpinang. Program ini nantinya akan dijadikan acara puncak pada event FBK.
Sky Lantern (29 Oktober 2016)
Program ini akan memanjakan mata dengan melihat ribuan lantern, layaknya balon terbang seukuran tong kecil berisikan cahaya api. Tentu saja event ini dilakukan pada malam hari sehingga semua masyarakat Tanjungpinang bisa menyaksikan langit bertaburan cahaya yang beterbangan.
Drone Competition (29 Oktober)
Punya alat ini? Bagi yang memiliki drone yaitu perangkat kamera dan video yang bisa terbang bebas di angkasa layaknya burung, bisa turut berpartisipasi pada kegiatan ini. Nantinya para droner diharuskan untuk mengabadikan momen-momen pada Festival Sungai Carang dan puncak acara FBK. Nantinya bagi droner terbaik akan mendapatkan hadiah hingga puluhan juta rupiah.
sumber: www.kepri.travel www.kepriprov.go.id http://disparbud.tanjungpinangkota.go.id Wonderfull Indonesia
Jadwal SIM/Samsat keliling Ditlantas dan Jajaran Polda Kepri :
SIM dan Samsat Keliling Ditlantas Polda Kepri
Tanggal 17 s.d 22 Oktober 2016
Tempat Pelayanan di depan Pos Lantas 901 samping MC. Donald Jodoh – Kota Batam
Jam pelayanan 10.00 s.d 16.00 WIB
SIM Keliling Polresta Barelang
Tanggal 17 s.d 22 Oktober 2016
Tempat Pelayanan di samping Pos Lantas Panbil Mall Muka Kuning – Kota Batam
Jam pelayanan 10.00 s.d 16.00 WIB
Tanggal 24 s.d 29 Oktober 2016 Tempat Top 100 Bengkong Batam, jam 09 s.d 17 WIB kecuali hari Sabtu s.d jam 15.30 WIB
SIM Keliling Polres Tanjungpinang
Tanggal 17 s.d 19 Oktober 2016
Tempat Pelayanan di JL. DI Panjaitan KM 9 depan Karaoke Begio Tanjungpinang
Jam pelayanan 08.00 s.d 13.00 WIB
SIM Keliling Tanjungpinang
Tanggal 20 s.d 22 Oktober 2016
Tempat Pelayanan di Jalan Merdeka depan Polsek Kota Tanjungpinang – Tanjungpinang
Jam pelayanan 08.00 s.d 13.00 WIB
Sumber : Ditlantas Polda Kepri http://batamraya.com
Menurut sejarah, pengembangan Pulau Batam dapat dilihat pada tiga periode yang berbeda yakni periode masa lampau, periode pendudukan kolonial dan periode globalisasi. Perkembangan pulau Batam awalnya berasal dari Pemerintahan Kesultanan yang sekarang telah berbaur dengan Republik Singapura dan kerajaan Malaysia yang terlebih dahulu menganut paham moderat.
Sejarah pulau Batam dapat ditelusuri ketika pertama kali Bangsa Mongolia dan Indo-Aryans pindah dan menetap di kerajaan Melayu sekitar tahun 1000 M atau sebelum kerajaan Islam Malaka dan Bintan muncul serta saat datangnya Pemerintahan Kolonial Eropa yang diprakarsai oleh bangsa Portugis, Belanda dan Inggris. Sejak tahun 1513 M, pulau Batam dan Singapura telah menjadi bagian dari kesultanan Johor.
Penduduk pulau Batam sendiri berasal dari orang Melayu atau yang lebih dikenal dengan orang Selat atau orang Laut. Mereka menempati wilayah tersebut sejak zaman kerajaan Temasek atau paling tidak dipenghujung tahun 1300 M (awal abad ke-14). Referensi lain menyebutkan, pulau Batam telah dihuni orang Laut sejak 231 M. Ketika Singapura dinamai Temasek yang dikelilingi oleh perairan, wilayah ini telah dijadikan sebagai pusat perdagangan yang dikuasai oleh Temanggung Tempatan (pemimpin wilayah).
Akibat dari pesatnya perdagangan tersebut membuat kerajaan Melayu Johor, Penyengat serta Lingga/Daik menjadi kuat dan mereka memperluas daerah kekuasaan sampai ke kawasan Malaka. Bukan itu saja, pulau Sumatera Bagian timur juga menjadi bagian dari kekuasaan mereka. sampai akhirnya datang bangsa Belanda dan Inggris pada tahun 1824 M, yang kemudian mengambil alih tampuk kekuasaan sekaligus menjadi daerah jajahannya dan muncullah paham politis yang baru.
Di abad ke-19, persaingan antara Inggris dan Belanda amatlah tajam dalam upaya menguasai perdagangan di perairan Selat malaka. Bandar Singapura juga maju pesat, mengakibatkan Belanda dengan berbagai cara ingin menguasai perdagangn Melayu dan aktivitas lainnya yang melewati kawasan tersebut. Terjadilah penyusupan tersembunyi yang dilkukan oleh pedagang Singapura. hal ini sangat menguntungkan pulau Batam yang berdekatan dengan Singapura sebagai tempat bersembunyi dari gangguan patroli Belanda.
Pada 17 Maret 1824, Pemerintah Inggris Baron Fagel dari Belanda menandatangani perjanjian London (Anglo-Deutch Tractate berisi : Belanda mengaku kedudukan Inggris di Malaka dan Singapura, sementara itu Bencoolen (Bengkulu, Sumatera) menjadi kekuasaan Belanda sekaligus menguasai kepuluan Riau). Setelah kerajaan Melayu Riau yang berpusat di Lingga berpisah dari Johor, maka yang dipertuan besar bergelar Sultan membagi wilayah administrasi pemerintahan dalam kerajaan Melayu Lingga-Riau menjadi tiga bagian. Yakni kekuasaan Sultan di Daik Lingga, Yang Dipertuan Muda di Penyengat dan Tumenggung di Bulang. Ketiga wilayah ini menjadi satu kesatuan yang utuh dalam menjalankan roda pemerintahan. namun secara umum yang menjadi titik sentral dalam menjalankan roda pemerintahan di kerajaan Melayu dipegang Yang Dipertuan Muda yang berkedudukan di Penyengat.
Batam sendiri saat itu, merupakan wilayah kekuasaan Tumenggung, Tumenggung yang pertama di Bulang bergelar Tengku Besar. Sementara yang menjadi Tumenggung terakhir adalah Tumenggung Abdul Jamal. Sebagai pusat kekuasaan dan yang menjalankan roda pemerintahan, pada tahun 1898, Yang Dipertuan Muda yang berpusat di Penyengat, mengeluarkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Raja Ali Kelana bersama seorang saudaranya untuk mengelola pulau Batam. bekal surat itulah, Raja Ali Kelana kemudian mengembangkan usahanya di pulau Batam. Salah satunya mendirikan pabrik batu bata.
Pada tahun 1965 Temasek melepaskna diri dari Federasi Malaysia (1963-1965) untuk menjadi negara Singapura yang bebas. Pada awal kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga 1957, Tanjung Pinang dinobatkan sebagai pusat pemerintahan dan bisnis di bagian Timur Sumatera. Tanjung Pinang kemudian ditetapkan sebagai ibukota propinsi Riau yang kemudian diikuti oleh Pekanbaru.
ToGambaran umum Kota Batam
Batam merupakan sebuah pulau yang terletak antara Selat Malaka dan
Singapura yang secara keseluruhan membentuk wilayah Batam. Posisi Pulau
Batam yang berhadapan langsung dengan Singapura diyakini dapat
memainkan peran penting dan vital di Selat Malaka, ironisnya eksitensi
strategis dan potensi pulau ini terabaikan sejak lama dan baru akan dirakit
dengan menjadikan Batam sebagai pulau berstatus khususnya pada tahun
1971.
Google map
Batam merupakan sebuah pulau kosong berupa hutan belantara yang
nyaris tidak ada kehidupan. Akan tetapi dibalik kekosongannya, ada beberapa
kelompok penduduk yang lebih dahulu mendiami pulau ini. Mereka
berprofesi sebagai penangkap ikan dan bercocok tanam. Mereka sama sekali
tidak terlibat dalam mengubah bentuk fisik pulau ini yang secara keseluruhan
hutan belantara. Secara berturut-turut dapat dijelaskan bahwa penduduk
Batam pertama kali terdapat di kawasan pesisir Bulit Layang (abad ke -17)
Menurut keterangan beberapa penduduk yang sudah mendiami Batam
sejak tahun 1950-an, kondisi fisik pulau ini belum mendapatkan predikat
khusus, tak ubahnya seperti wilayah Hinterland yang terdapat disekeliling
Batam pada saat ini. Kala ini belum ada satupun insfrastuktur dasar yang dibangun, baik berupa jalan, jembatan, sarana transformasi dan fasilitas
umum. Dari sisi investasi Batam sama sekali tidak dilirik, baik oleh investor
asing maupun domestik.
Pada tahun 1969 satu-satunya perusahaan asing yang berdiri di Batam
sebelum masuknya Pertamina dan Otorita Batam adalah perusahan asal
Amerika yang bernama Ingram (sekarang Mc Dermott Indonesia).
Perusahaan ini bergerak pada bidang maket pembangunan dan pengeboran
minyak. Sejak perusahaan ini berdiri, wilayah Jodoh dan Nagoya mulai
dipadati penduduk dan pekerja asal luar Batam
Pada tahun 1970-an Batam mulai dikembangkan sebagai basis
logistik dan operasional dan industri minyak dan gas bumi oleh pertamina.
Kemudian berdasarkan Keppres No 41 Tahun 1973, pembangunan Batam
dipercaya kepada pemerintah yang bernama Otorita Pengembangan Industri
Pulau Batam atau sekarang disebut Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).
Selain itu berdasarkan Kepres No. 65 Tahun 1970 yang di ikuti Keppres No. 74 Tahun 1971 tentang pengembangan pembangunan pulau Batam. Keppres No. 65 Tahun 1970, tentang Pembangunan Pulau Batam menempatkan sebagai basis logistik dan operasional untuk industri minyak dan gas bumi yang berkaitan dengan eksplorasi dan eksploitasi, sementara Keppres No.74
Tahun 1971, menempatkan Pulau Batam sebagai daerah industri yang berstatus sebagai entreport partikelir. Dalam rangka melaksanakan visi dan misi utuk mengembangkan Batam, dibangun berbagai infrastruktur modern
yang berstandar internasional serta berbagai fasilitas lainnya, sehingga
diharapkan mampu bersaing dikawasan serupa diasia pasifik. Awal pertumbuhan Batam sesungguhnya dimulai dengan dipacunya pembangunan infrastruktur dan penanaman modal. Selain itu dilanjutkan dengan pembangunan jaringan jalan, air, listrik dan semua prasarana pendukung.
Sedangkan pada bidang nonfisik, Batam ditetapkan sebagai bonded warehouse (gudang berikat), melalui Keppres No 41 tahun 1978 sampai akhirnya seluruh Pulau Batam, Rempang dan Galang (Barelang) menjadi kawasan berikat (Keppres No 28 tahun 1992)
Diawal pembangunan Batam, hampir seluruh aktivitas masih berpusat di Singapura, tepatnya di kantor Perwakilan Pertamina. Hal ini membuat sejumlah pejabat tinggi Singapura datang langsung untuk melihat pulau Batam yang akan dikembangkan oleh Indonesia. Pada saat pembangunan dimulai kurang lebih kurang lebih tiga puluh tahun lalu, tidak banyak orang yang menduga Batam akan berkembang sedemikian cepat. Kini kemajuannya dengan luas kurang lebih 400 km, yang mana mampu menyumbangkan 14 % ekspor non-migas nasional, yang merupakan hasil produksi dari 500 lebih
Penanaman Modal Asing (PMA) dan 8.000 Usah Kecil Menengah (UMK).